Laporan Wartawam Kompas Suhartono
JAKARTA, JUMAT - Wakil Presiden Muhammad Jusuf Kalla menyatakan, pemerintah tidak terlalu kecewa dengan rangking Indonesia yang nomor 7 di antara negara-negara yang dikategorikan paling parah menghambat investasinya karena menjaga kepentingan nasionalnya, seperti Afrika Selatan, Kanada, dan Brazil. Sebab, Indonesia lebih baik dari India, China, dan Rusia dalam menjaga kepentingan nasionalnya.
Hal itu diungkapkan Wapres Kalla saat ditanya pers, seusai shalat Jumat (25/7) di Masjid Baitulrahman di Kompleks Istana Wapres, Jakarta. "Kita tidak kecewa karena kita lebih baik dari India, Mexico, China, dan lainnya karena kita dinilai tetap menjaga kepentingan nasionanya. Ini terbukti, kita masih punya daftar negatif untuk usaha di Indonesia. Tetapi, kita akan terus perbaiki iklim usaha di Indonesia agar investasi lebih meningkat dengan antara lain perbaikan birokrasi dan kondisi investasi," ujar Wapres Kalla.
Baru-baru ini, laporan hasil penilaian Negara-Negara Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan (Organisation Economic Cooperation and Development/OECD) yang diserahkan Sekretaris Jenderal OECD Angel Gurria kepada Deputi Bidang Koordinasi Kerja Sama Ekonomi dan Pembiayaan Internasional Kantor Menko Perekonomian Mahendra Siregar menyebutkan, Indonesia berada di posisi ke-38 dari 44 negara di dunia dalam pembatasan investasi.
Menurut Wapres, pihaknya yakin peringkat Indonesia dua atau tiga tahun akan diperbaiki kembali dan menjadi lebih baik. Wapres Kalla juga menyatakan, pemerintah akan memperbaiki peringkat doing bisnis Indonesia ke peringkat yang lebih baik lagi, yaitu 75 dengan perbaikan di segala bidang mulai dari perizinan dan reformasi birokrasi.

