Minggu, 12 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Minggu, 12 Februari 2012 | 04:01 WIB
Puluhan Gerilyawan Tewas dalam Pertempuran di Afganistan
| Jumat, 25 Juli 2008 | 03:26 WIB
|
Share:

KABUL, JUMAT - Pasukan Afganistan membunuh puluhan gerilyawan, termasuk warga asing, dalam pertempuran di sebuah jalan raya di provinsi Zabul, Afganistan selatan, Kamis (24/7) waktu setempat, kata Kementerian Pertahanan Afganistan. Bentrokan itu terjadi setelah laporan-laporan mengenai serangan oleh gerilyawan di Zabul, menurut kementerian itu dalam sebuah pernyataan.
       
"Sebanyak 34 mayat teroris, termasuk beberapa warga asing, telah ditemukan di medan pertempuran," katanya, dengan menambahkan bahwa sejumlah amunisi juga disita. Pernyataan itu tidak menyebutkan apakah ada korban di pihak pasukan Afganistan. Kementerian dalam negeri mengatakan, pasukan kepolisian juga terlibat dalam pertempuran itu dan menyebut jumlah kematian Taliban mencapai 70 orang.

Jika dikonfirmasi, maka angka itu akan menjadi jumlah korban tewas terbesar di pihak militan dalam satu hari dalam beberapa pekan terakhir di Afganistan. Seorang pejabat kepolisian provinsi menyebut jumlah korban di pihak Taliban mencapai 37 orang dan dua prajurit cedera dalam bentrokan itu.
       
Taliban, yang memimpin pemberontakan terhadap pemerintah dan pasukan asing, belum bisa dihubungi untuk diminta komentar mereka mengenai pernyataan itu. Kekerasan meningkat di Afganistan sejak 2006 ketika Taliban menyatukan lagi kekuatan untuk menghalau pasukan asing dan menggulingkan pemerintah Afganistan dukungan Barat.
       
Di provinsi berdekatan Ghazni, pasukan keamanan Afganistan dan pasukan pimpinan NATO masih melakukan operasi gabungan yang diluncurkan Rabu untuk merebut kembali sebuah distrik dari Taliban, kata aliansi itu. Beberapa pejabat Afganistan dan NATO mengatakan, sejumlah gerilyawan menjadi korban dalam operasi itu.
       
Gerilyawan Taliban merebut markas pemerintah daerah di distrik terpencil Ajristan, Minggu, sebagai bagian dari upaya mereka menguasai daerah-daerah terpencil. Sementara itu, tujuh polisi Afganistan tewas dalam dua serangan bom terpisah di bagian-bagian lain di Afganistan, kata beberapa pejabat.
       
Taliban, yang memerintah Afganistan sejak 1996, mengobarkan pemberontakan sejak digulingkan dari kekuasaan di negara itu oleh invasi pimpinan AS pada 2001 karena menolak menyerahkan pemimpin Al-Qaeda Osama bin Laden, yang bertanggung jawab atas serangan-serangan di wilayah Amerika yang menewaskan sekitar 3.000 orang pada 11 September 2001.
       
Puluhan ribu prajurit koalisi pimpinan AS dan pasukan ISAF pimpinan NATO berada di Afganistan untuk membantu pemerintahan Presiden Hamid Karzai memerangi Taliban dan sekutu mereka. Peningkatan jumlah korban akibat kekerasan yang dilakukan Taliban di Afganistan telah membuat sejumlah negara berencana melakukan pengurangan atau penarikan pasukan yang tergabung dalam ISAF pimpinan NATO.

Sumber :
Antara