Kamis, 17 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Kamis, 17 Mei 2012 | 03:48 WIB
Harga RSH Tidak Naik
| Selasa, 10 Juni 2008 | 23:31 WIB
|
Share:

KOMPAS/ Pascal S bin Saju
Pembangunan 40 blok rumah susun di Marunda, Jakarta Utara

TERKAIT:

JAKARTA, SELASA - Kendati Pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) rata-rata sekitar 28,7 persen namun harga rumah sederhana sehat (RSH) bersubsidi tidak naik, tetap Rp 55 juta per unit.

Ketua Umum DPP Real Estat Indonesia (REI), Teguh F Satria mengatakan tidak ada usulan menaikkan harga RSH karena kenaikannya belum lama ini diumumkan. "Kita tidak ada kenaikan harga karena baru 1 April lalu sudah naik. Kita juga memperhitungkan daya beli masyarakat," kata Teguh di Jakarta, Selasa (10/6).

Per 1 April 2008 lalu, Pemerintah menaikkan harga RSH dari Rp 49 juta menjadi Rp 55 juta per unit. Kenaikan ini berlaku seluruh Indonesia kecuali Papua dan Bali. Harga bahan material dan kebijakan lahan di kedua wilayah tersebut beda membuat harga RSH tidak sama dengan wilayah lainnya di Indonesia.

Selain itu, dikhawatirkan bila RSH dinaikkan akan semakin mengurangi minat masyarakat membeli RSH sebab belum dinaikkan saja penjualan RSH dalam beberapa bulan terakhir berjalan di tempat alias stagnan. "Sampai Mei ini baru terjual sekitar 35 ribuan padahal target kita 134 ribu RSH. Itupun sebagian besarnya terjual di wilayah Jabotabek," katanya.

Namun REI optimis penjualan RSH akan membaik pada Semester II (Juli-Desember 2008) mendatang. Pasalnya Pemerintah akan membebaskan pajak pertambahan nilai(PPN) untuk RSH bersubsidi ini. "Kami sudah terima surat pembebasan PPN kemarin. Kami menilai kebijakan ini akan membantu masyarakat mendapatkan RSH," katanya. (Persda Network/aco)

Sumber :
Persda Network