Sabtu, 11 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Sabtu, 11 Februari 2012 | 21:21 WIB
Ibu dan Anak Dibunuh Orang Dekat?
| Kamis, 8 Mei 2008 | 03:41 WIB
|
Share:

BEKASI, KAMIS - Kasus pembunuhan ibu dan anak, Ny Erni (69) dan Rudianto (48), di Perumahan Harapan Indah, Medansatria, Kota Bekasi, hingga Rabu (7/5) belum terungkap. Polisi yakin ibu dan anak itu dihabisi orang dekat.

Polisi telah memeriksa dua pembantu Rudianto dan sejauh ini menetapkan keduanya sebagai saksi. Menurut Kapolsektro Medansatria, AKP Yana, pihaknya menduga bahwa Rudianto dan Erni dihabisi orang dekat. Rudianto adalah distributor rokok dan pedagang kelontong. Dia menjalankan usahanya itu di rumahnya yang terletak di Jalan Dahlia Indah Blok GB 5, Perumahan Harapan Indah.

Di rumah tersebut, Rudianto yang lajang tinggal bersama ibunya dan wanita pembantu bernama Emiati. Menurut Yana, polisi mendapat informasi bahwa pada Sabtu (3/5) malam, atau dua hari sebelum jenazah ibu dan anak itu ditemukan, Rudianto marah besar kepada Emiati. Bahkan, Rudianto memukul Emiati sehingga wanita tersebut kabur dari rumah majikannya.

Diduga, Rudianto dan ibunya tewas antara Sabtu malam hingga Minggu dini hari. Jenazah mereka ditemukan Senin (5/5) malam oleh Mulyono Nugroho (30), karyawan Rudianto, dan Rubiyanto, adik Rudianto.

”Kami telah memeriksa Emiati dan kawan-kawannya. Keterangan yang kami dapat, Emiati tinggal di rumah Tarmudi, pacarnya, sejak meninggalkan rumah majikannya,” ujar Yana.

Dugaan bahwa pembunuh Rudianto dan ibunya adalah orang dekat, menurut Yana, didasarkan antara lain pada tidak ada kerusakan di rumah tersebut. Dengan demikian, pelaku pembunuhan tersebut masuk rumah secara baik-baik, misalnya sebagai tamu.

Yana juga mengatakan bahwa pihaknya belum dapat memastikan motif peristiwa yang merenggut nyawa kakak dan ibunya tersebut. ”Meski ada sepeda motor yang hilang kami belum bisa memastikan kasus ini adalah kasus perampokan. Saat kami tiba di lokasi kejadian, kondisi rumah tersebut rapi,” katanya.

Menurut Yana, berita di media massa yang menyebutkan kondisi rumah Rudianto acak-acakan adalah keliru. ”Yang terjadi, saat itu kami mencari kain untuk menutup mayat kedua pemilik rumah tersebut,” ujarnya. (Warta Kota/mur)