Laporan wartawan Kompas Tjahja Gunawan Diredja
KUWAIT, RABU — Hari ini, Rabu (30/4) Kuwait diselimuti debu akibat badai. Akibatnya, kendaraan yang lalu lalang di jalan raya mesti menyalakan lampu karena jarak pandang tidak lebih dari 50 meter. “Tapi orang sini, sudah terbiasa dengan badai debu ini. Ini biasa setiap memasuki musim panas atau musim dingin,” kata Mia, orang Indonesia yang bekerja di Hotel Le-Meridien Kuwait.
Sementara itu suhu udara Kota Kuwait saat ini 37 derajat celsius. Sejumlah pekerja, polisi dan petugas di beberapa hotel terpaksa menggunakan masker karena tebalnya debu dan angin kencang. Dua hari sebelumnya, Kuwait juga diselimuti debu namun waktu itu belum disertai dengan angin kencang.
Kali ini badai debu disertai dengan angin kencang. Namun demikian, badai debu ini tidak sampai mengganggu pertemuan Forum Ekonomi Islam Dunia (World Economic Islamic Forum-WIFE) ke-4 di Kuwait yang berlangsung dari tanggal 28 April sampai 1 Mei 2008. Badai debu seperti ini memang biasa terjadi setiap menjelang musim panas atau musim dingin, dan selalu menyelimuti Kota Kuwait.


