Kamis, 17 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Kamis, 17 Mei 2012 | 03:38 WIB
Tiga Kali untuk Silvio Berlusconi
Martian Damanik | Selasa, 15 April 2008 | 02:31 WIB
|
Share:

GETTY IMAGES
Silvio Berlusconi (tengah) saat merayakan geler FIFA Club World Cup dengan timnya, AC Milan.

TERKAIT:

ROMA, SELASA-Pengusaha yang juga pemilik klub AC Milan Silvio Berlusconi (71) hampir dipastikan menjadi Perdana Menteri (PM) Italia untuk ketiga kalinya.

Hasil tidak resmi Pemilu Parlemen Italia, Senin waktu setempat, menunjukkan Berlusconi mengungguli saingan beratnya pemimpin kiri-tengah, Walter Veltroni (52). Pemimpin konservatif tersebut mendapatkan sekitar 46,5 persen dukungan, sementara Veltroni 37,7 persen.

Veltroni sudah menelepon Berlusconi untuk mengucapkan selamat. "Saya sudah mengakui kemenangannya dan berharap dia mampu menjalankan tugas dengan baik," ungkap Veltroni, yang pernah menjabat sebagai Walikota Roma.

Pemilu di Italia dipercepat, setelah Romano Prodi mengundurkan diri secara mendadak bulan Februari lalu. Prodi mundur setelah koalisi kiri-tengahnya tidak mendapat dukungan di parlemen terkait dengan kebijakan luar negerinya.


Forza Italia

Awalnya, Berlusconi yang lahir tanggal 29 September 1936 lebih dikenal sebagai konglomerat media. Namanya, semakin berkibar menyelamat klub sepakbola raksasa Italia yang sempat terpuruk ke Serie B. Dia mengucurkan dana untuk mendatangkan trio Belanda Ruud Gullit, Marco Van Basten, dan Frank Rijkaard.

Kehadiran pemain bintang ini membuat AC Milan menjadi penguasa di Eropa di era 1990-an. Seiring dengan itu, popularitas Berlusconi semakin tinggi yang mendorongnya untuk turun ke gelanggang politik. Tahun 1994, dia mendirikan Partai Forza Italia. Nama Forza Italia (Go Italy) terinspirasi dari fans AC Milan yang selalu meneriakkan Forza Milan.

Tahun 1994, Forza Italia memenangkan pemilu yang mengantarkannya menjadi PM untuk pertama kalinya. Tahun 2001 dia diangkat kembali menjadi PM Italia hingga tahun 2005. Pemerintahannya, adalah pemerintahan terlama dalam sejarah Italia.(AP)