Kamis, 17 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Kamis, 17 Mei 2012 | 03:31 WIB
Enam Tewas Dalam Ledakan Bom Afganistan
| Selasa, 26 Februari 2008 | 18:03 WIB
|
Share:

Getty Images/Matt Moyer
Kontraktor keamanan swasta, Neil Gary, seorang mantan anggota korps marinir AS, sedang mengawasi dari kendaraan SUV yang ditumpanginya sebuah konvoi kendaraan di Kabul, 11 November 2005. Gary bekerja untuk perusahaan militer swasta AS Crucible yang menyediakan jasa keamanan bagi kontraktor Departemen Luar Negeri AS di Afganistan.

TERKAIT:

KABUL, SELASA - Ledakan bom yang diletakkan di pinggir jalan merobek sebuah kendaraan yang mengangkut 5 anggota polisi dan seorang anak kecil di Afganistan timur Selasa ini (26/2). Ledakan menewaskan seluruh 6 penumpang yang berada di atas kendaran tersebut.

Milisi Taliban belakangan menggencarkan serangannya ke personil polisi Afganistan. Pada tahun 2007, lebih dari 925 personil polisi tewas akibat serangan milisi Taliban. Menurut Kepala Kepolisian Afganistan Jenderal Mohammad Ayub, ledakan bom Selasa ini terjadi di provinsi Khost, Afganistan bagian timur yang berbatasan dengan Pakistan. Korban tewas dalam ledakan bom Selasa ini adalah 5 personil polisi dan seorang bocah berusia 3 tahun yang sedang bepergian dengan menumpangi sebuah kendaraan pribadi.

Aparat kepolisian di Kabul mendapatkan pembayaran gaji yang minim dan sebagian besar diantaranya mengeluhkan belum mendapatkan gaji atau mengeluhkan ulah sejumlah perwira yang menyunat gaji mereka. Personil kepolisian Afganistan kerap kali bertugas dalam kelompok-kelompok kecil di wilayah terpencil dengan tingkat kerawanan keamanan yang tinggi sehingga kewalahan menghadapi milisi karena kalah dalam jumlah personil maupun persenjataan.

Minimnya program pelatihan yang efektif bagi kepolisian Afganistan sering disebut sebagai salah satu kegagalan Negara Barat di Afganistan sejak pasukan koalisi pimpinan AS melancarkan invasi pada tahun 2001 yang mengakibatkan tersingkirnya rezim Taliban yang menyediakan perlindungan terhadap Osama bin Laden dan basis al-Qaida. Menurut keterangan beberapa pejabat pemerintahan negara Barat dan Afganistan, aksi kekerasan di Afganistan berkobar tahun 2007 lalu saat 6.500 orang yang sebagian besar milisi tewas terbunuh. (AP)