Minggu, 12 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Minggu, 12 Februari 2012 | 02:02 WIB
Polri Ragukan Dulmatin Tewas di Filipina
| Selasa, 19 Februari 2008 | 17:47 WIB
|
Share:

Tim Investigasi Peledakan Bom Bali
Searah jarun jam, dari kiri atas Umar alias Patek (35), Muhamad Ali Imron alias Alik (30), Dulmatin alias Amar Usman alias Muktamar alias Djoko Supriyanto (32), Umar alias Wayan (35), Fatih alias Fat alias Kudama alias Abu Umar alias Abdul Azis alias Heri alias Imam Samudra (35), dan Idris alias Jhoni Hendrawan alias Gembrot (35).

TERKAIT:

JAKARTA, SELASA - Polri meragukan kabar yang menyebutkan bahwa tersangka bom Bali I yang terjadi tahun 2002, Dulmatin, telah meninggal dunia di Filipina dan jasadnya telah digali oleh militer negara itu. "Kayaknya dia bukan Dulmatin," kata Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Pol Sisno Adiwinoto di Jakarta, Selasa (19/2).

Ia mengatakan kabar bahwa Dulmatin tewas oleh serangan militer Filipina sudah sering terdengar dan selama ini tidak pernah akurat. "Berita itu dimunculkan oleh mereka untuk pengalihan isu yang terjadi di dalam negeri sana," katanya. Sebelumnya, militer negara itu mengaku menemukan satu makam di Pulau Tawi-Tawi, Filipina Selatan yang diyakini sebagai kuburan Dulmatin. Pihak militer telah melakukan uji DNA untuk memastikan identitas jenazah itu.

Pemerintah AS telah menawarkan hadiah 10 juta dolar bagi nyawa Dulmatin, yang telah bersembunyi di Filipina selatan bersama para militan setempat dalam lima tahun terakhir. Dulmatin pernah dikabarkan terluka dalam operasi militer pada 31 Januari 2008 lalu. Militer negara kepulauan itu juga menangkap seseorang yang diduga warna negara Indonesia bernama Salman dalam penggerebekan di Desa Piso, Pulau Mindanao. Pemilik rumah dan anak lelakinya juga ditangkap. (ANTARA/GLO)