JAKARTA, SELASA - Polri meragukan kabar yang menyebutkan bahwa tersangka bom Bali I yang terjadi tahun 2002, Dulmatin, telah meninggal dunia di Filipina dan jasadnya telah digali oleh militer negara itu. "Kayaknya dia bukan Dulmatin," kata Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Pol Sisno Adiwinoto di Jakarta, Selasa (19/2).
Ia mengatakan kabar bahwa Dulmatin tewas oleh serangan militer Filipina sudah sering terdengar dan selama ini tidak pernah akurat. "Berita itu dimunculkan oleh mereka untuk pengalihan isu yang terjadi di dalam negeri sana," katanya. Sebelumnya, militer negara itu mengaku menemukan satu makam di Pulau Tawi-Tawi, Filipina Selatan yang diyakini sebagai kuburan Dulmatin. Pihak militer telah melakukan uji DNA untuk memastikan identitas jenazah itu.
Pemerintah AS telah menawarkan hadiah 10 juta dolar bagi nyawa Dulmatin, yang telah bersembunyi di Filipina selatan bersama para militan setempat dalam lima tahun terakhir. Dulmatin pernah dikabarkan terluka dalam operasi militer pada 31 Januari 2008 lalu. Militer negara kepulauan itu juga menangkap seseorang yang diduga warna negara Indonesia bernama Salman dalam penggerebekan di Desa Piso, Pulau Mindanao. Pemilik rumah dan anak lelakinya juga ditangkap. (ANTARA/GLO)


