SAO PAULO, SELASA – Menjelang diadakannya perayaan karnaval tahunan, Pemerintah Brazil meminta masyarakatnya untuk melakukan praktik seks aman dan menghindari konsumsi alkohol terlalu banyak.
"Setiap orang berhak untuk bersenang-senang dan menikmati hidup, tetapi penting untuk diingat bahwa minggu depan kita harus bekerja dan menjaga keluarga kembali," ujar Presiden Luiz Inacio Lula da Silva, Senin (28/1).
Pemerintah Brazil juga sudah mulai menyediakan jutaan kondom gratis pada akhir pekan, selama karnaval berlangsung sebagai bagian dari kampanye melawan AIDS dan penyakit menular seksual lain.
Hingar bingar festival yang bakal berlangsung lima hari akan dimulai pada Hari Jumat dengan pesta terbesar di Rio de Janeiro, Salvador dan Recife. Pada acara ini, seluruh warga negara Latin Amerika terbesar ini akan libur, berhenti bekerja, berbaur bersama, minum, menari, berparade sambil melakukan aktivitas yang kurang bermoral lainnya.
Seruan Lula ini disampaikan di radio-radio sepanjang minggu ini agar orang-orang hati-hati selama festival berlangsung. "Tak seorang pun butuh minum atau melakukan apa saja lebih dari biasanya untuk bisa menikmati hidupnya. Jadi yang sewajarnya saja," ujar Lula.
Lula sendiri dikenal sebagai pribadi yang mudah bergaul dan suka minum dan mabuk. Meningkatnya angka kematian dan kecelakaan akibat mabuk di pesta natal tahun lalu menjadi alasan utama kenapa peringatan ini muncul.
Menteri Kesehatan juga telah menyampaikan kampanye tahunannya mengenai seks yang aman di Hari Minggu berbunyi "Mau Seks Aman, Gunakanlah Kondom."
"Kami sudah menunjukkan betapa pentingnya pencegahan," ungkap Menteri Kesehatan Jose Gomes Temporao dalam sebuah acara di Rio.
Pemerintah pusat dan daerah di negara dengan penduduk mayoritas beragama Katolik Roma terbesar di dunia ini akan membagikan 19,5 juta kondom gratis saat karnaval.
Sebuah program pendidikan akan difokuskan pada bahayanya aktivitas seksual tanpa alat pelindung seperti kondom terutama bagi wanita.
Ratusan bandana dan tato sementara dengan slogan “seks aman” juga akan dipasang di kota-kota besar.
Di Kota Recife rencananya juga akan dibagikan pil-pil kontrasepsi. Gerakan pembagian pil ini memang sempat membuat marah Hirarki Gereja Roma Katolik.
Gereja melawan Brazil dalam hal ini memang berseteru dengan mereka yang getol kampanyer anti AIDS sekaligus promosi alat kontrasepsi.
Uskup Antonio Augusto Dias Duarte, dari Konferensi Uskup Nasional Brazil minggu lalu mengatakan bahwa gereja tidak berniat melawan atau antipati pada orang-orang yang ingin bersenang-senang saat karnaval, kampanye kondom dan pil “ Kami hanya menganjurkan agar perilaku orgi ini dikurangi."
Author : ABD
Source : REUTERS

