Kamis, 17 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Kamis, 17 Mei 2012 | 03:25 WIB
Chavez : Kolombia dan AS Coba Bunuh Saya
| Kamis, 17 Januari 2008 | 08:05 WIB
|
Share:

MANAGUA, RABU - Presiden Venezuela Hugo Chavez menuduh Kolombia dan AS bersekutu mencoba membunuhnya karena ia punya hubungan dekat dengan pemberontak kiri.

Pemerintah Kolombia langsung membalas dengan meminta Chavez menaruh hormat dan menghentikan serangan kata-kata terhadap Presiden Kolumbia Alvaro Uribe yang sekutu dekat Washington di Amerika Selatan.

"Di Bogota, banyak pejabat AS dan militer Kolumbia berkonspirasi menentang Venezuela, berkonspirasi membunuh saya, berkonspirasi memulai konflik bersenjata antara Venezuela dan Kolombia," ujar Chavez saat berkunjung ke Nikaragua, Rabu (16/1).

Aksi Chavez membebaskan dua sandera Angkatan Bersenjata Revolusioner Kolombia (FARC) pekan lalu menjadi sandungan lain bagi hubungannya dengan Uribe. Atas aksi itu Chavez mendapat pujian internasional.

Namun desakan Chavez agar label teroris yang dilekatkan pada FARC dicabut membuat sekutunya, Ekuador marah. FARC dikenal menggunakan anak-anak sebagai milisi, menyebarkan ranjau darat dan menculik ratusan orang untuk ditukar tebusan atau dijadikan alat tawar politik. Setidaknya praktik itu sudah dilakukan selama 40 tahun terakhir.

“Pemerintah Kolombia minta Presiden Hugo Chavez menghentikan agresi terhadap negara kami. Pemerintah Kolombia tetap percaya pada jalur diplomatik, selalu bisa dilakukan dialog," kata Fernando Araujo, Menteri Luar Negeri Kolombia.

Meski bermusuhan secara ideologi, baik Chavez maupun Uribe mempertahankan hubungan praktis kedua negara, misalnya melalui perdagangan yang nilainya mencapai 6 miliar dolar AS.

Sumber :
Reuter